Data Pembagian Wilayah Dekenat dan Paroki – Paroki

Gereja Paroki Bondo Kodi/ Foto : Dokumen Keuskupan Weetebula

Gereja Paroki Bondo Kodi/ Foto : Dokumen Keuskupan Weetebula

Pada awalnya, Keuskupan Weetebula hanya mencakup 2 kabupaten yakni Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Barat. Namun, dengan adanya pemekaran wilayah di Pulau Sumba, maka Keuskupan Weetebula mencakup keempat wilayah kebupaten di atas.

Dalam tananan Gerejani, Keuskupan Weetebula meliputi 20 paroki dan 4 quasi paroki yang semuanya dikoordinasi dalam 3 Dekenat yakni Dekenat Waingapu, Dekenat Waikabubak dan Dekenat Weetebula. Dekenat Waingapu meliputi wilayah Kabupaten Sumba Timur, Dekenat Waikabubak meliputi wilayah Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat dan sebagian Kabupaten Sumba Barat Daya. Dekenat Weetebula meliputi Kabupaten Sumba Barat Daya.

Dari 20 paroki penuh dan 4 quasi paroki, di antaranya ada 5 paroki yang berpusat di ibu kota kabupaten, 12 paroki berpusat di ibu kota kecamatan dan 7 paroki lain berada di desa. Setiap paroki membawahi 7 sampai 29 stasi yang tersebar di desa atau kampung.

 

   Nama Dekenat  Nama Paroki Wilayah Kabupaten
Dekenat Waingapu Paroki Ngallu Sumba Timur
Paroki Nggongi Sumba Timur
Paroki Melolo Sumba Timur
Paroki Wara – Waingapu Sumba Timur
Paroki Kambajawa Sumba Timur
Paroki L e w a Sumba Timur
Dekenat Waikabubak Paroki Lendi Wacu Sumba Tengah
Paroki Katiku Loku Sumba Tengah
Paroki Waikabubak Sumba Barat
Paroki Tana Malli Sumba Barat
Paroki Wanno Kaza Sumba Barat
Paroki E l o p a d a Sumba Barat Daya
Paroki P a l l a Sumba Barat Daya
Dekenat Weetebula Paroki Waimangura Sumba Barat Daya
Paroki Weekombaka Sumba Barat Daya
Paroki Manola Sumba Barat Daya
Paroki Kalembu Weri Sumba Barat Daya
Paroki Waimarama Sumba Barat Daya
Paroki Bondo Kodi Sumba Barat Daya
Paroki Homba Karipit Sumba Barat Daya
Paroki Ande Ate Sumba Barat Daya
Paroki Weetebula Sumba Barat Daya
Paroki Tambolaka Sumba Barat Daya
Kuasi Paroki Kererobbo Sumba Barat Daya
Kuasi Paroki Karuni Sumba Barat Daya
Jumlah 25
2332 Total Views 2 Views Today

You may also like...

1 Response

  1. Octavio says:

    Hans Hallan – Terima kasih Pa Teguh,atas tanggapan teardahp tulisan yang saya posting di blog saya. Sebagai informasi saja bahwa postingan di atas merupakan pernyataan sikap dari Solidaritas Jurnalis Katolik Bali dan juga hendak menggambarkan kronologis kejadian yang terjadi di Paroki St. Paulus Singaraja.Tujuan saya memposting ini untuk menyampaikan secara lebih berimbang apa yang sebenarnya terjadi di singaraja agar khalayak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi. Pemberitaan yang disampaikan oleh beberapa televisi swasta kurang berimbang dari segi conten, karena itu dari pihak yang terlibat dalam aksi di Singaraja merasa perlu untuk melakukan klarifikasi. Kalau untuk menghapus postingan ini, saya pikir tidak terlalu perlu, karena postingan ini juga sudah dimasukan dalam forum diskusi yang terdapat pada situs gerejakatolik.org. dan saya telah meminta persetujuan dari pihak SJKB.Pa Teguh, saya akan email beberapa alasan yang disampaikan oleh pihak keuskupan denpasar terkait aksi di singaraja.Satu hal yang ingin saya sampaikan adalah, Imam [Pastor] yang bertugas di Singaraj sejak 1996 hingga aksi hari selasa 24 Agustus 2010 yang lalu, adalah imam yang hak imamatnya telah dicabut oleh keuskupan Denpasar serta telah dipecat dari tarekatnya yaitu SVD. Sehingga segala bentuk pelayanan sakramen yang dilaksanakan oleh beliau, tidak sah secara hukum Gereja Katolik. Berbagai macam pendekatan telah dilakukan oleh 2 Uskup sebelumnya, dan terakhir oleh Mgr. Dr. Silvester San, Pr, menyatakan perlunya diambil tindakan tegas. Tegas dalam arti imam harus dikembalikan ke pihak keluarga, dan koster yang seolah telah menjadi penguasa gereja lokal pun dikembalikan ke pihak kelurga besar.Selengkapnya saya kirimkan via email.Terima Kasih.Tuhan Memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *