POLA HIDUP SEHAT DAN BERKECUKUPAN SEHAT ROHANI DAN SEHAT JASMANI

(Surat Gembala Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2015)

Umat Keuskupan Weetebula yang terkasih dalam Kristus!Edmund Woga2
Ibu-Ibu dan Bapa-Bapa, Saudara-Saudari, Orang Muda Katolik dan Anak-Anak yang saya kasihi!

Sebagai orang katolik kita percaya, bahwa Tuhan Allah yang kita imani adalah Pencipta segala sesuatu. Bahkan nenek-moyang kita yang belum mengenal agama katolik, mempunyai keyakinan yang serupa. Mereka mengenal Allah sebagai Magholo-Marawi, Mawulu-Majii. Tuhan Allah menciptakan langit, bumi dan segala isinya. Dia juga menciptakan kita manusia menurut gambaran-Nya, dan memberi kita tugas dan tanggung-jawab untuk mengurus bumi (Kej. 1,26 dst.). Untuk itu Allah memperlengkapi kita masing-masing dengan berbagai bakat dan kesanggupan, yang dapat kita gunakan untuk pengembangan hidup kita, agar menjadi lebih baik dan lebih sempurna, karena Ia mau agar kita menjadi sempurna seperti Dia (Mt 5,48). Hal ini berarti bahwa Allah menghargai kita manusia yang adalah ciptaan-Nya. Ia mengikut-sertakan kita dalam karya-Nya mencipta dan membuat supaya ciptaan-Nya menjadi semakin hari semakin sempurna. Dalam Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun ini (2015) Gereja Katolik di Indonesia mengajak kita untuk berusaha mempunyai ‘POLA HIDUP SEHAT DAN BERKECUKUPAN’. Di Keuskupan Weetebula, kita memberi perhatian khusus pada ‘keberpihakan kita pada para petani’. Tema APP ini memperingatkan kita akan tugas dan tanggung-jawab, untuk membuat hidup kita menjadi lebih baik dan lebih sempurna. Bekerja untuk memiliki hidup sehat dan berkecukupan adalah ungkapan rasa terima kasih kita kepada Allah sebagai Sang Pencipta, yang telah mempercayai kita untuk mengurus ciptaan-Nya.

Umat beriman yang terkasih!
Tuhan Allah yang mencipta, memberikan juga bakat serta kesanggupan yang berbeda-beda kepada kita masing-masing. Karena itu kelebihan kita harus kita gunakan untuk melengkapi orang lain yang berkekurangan, kekurangan kita tidak boleh membuat kita minder dalam menerima bantuan sesama. Kita harus belajar bahu-membahu dalam hidup dan bekerja bersama orang lain. Kita harus bisa bergotong-royong dan saling melengkapi dalam berbagai usaha kita di ‘Komunitas Basis Gerejani’ (KBG), di lingkungan-lingkungan dan stasi, di paroki-paroki dan di dalam masyarakat. Kita diajak untuk memiliki keprihatinan terhadap penderitaan dan kebutuhan sesama, dan ‘cepat kaki – ringan tangan’ untuk membantu mereka. Di dalam Tuhan Yesus kita bersaudara! Rasa terima kasih kita kepada Sang Pencipta kita wujudkan dalam sikap hidup yang baik dan semangat bekerja sehari-hari, baik sebagai petani, peternak dan nelayan, maupun sebagai guru dan pegawai, sebagai pedagang, sopir dan tukang ojek, serta pekerjaan-pekerjaan halal lainnya yang kita tekuni untuk mencari nafkah. Tekad kita dalam usaha untuk memiliki ‘POLA HIDUP SEHAT DAN BERKECUKUPAN’, harus keluar dari kesadaran iman kita, bahwa Allah mengikut-sertakan kita dalam rencana-Nya untuk menjadikan kita semakin sempurna seperti Dia. Kegembiraan kita adalah kegembiraan iman, ketika kita memiliki kesehatan rohani dan jasmani, berkecukupan dalam makanan dan minuman, mempunyai pakaian yang cukup, rumah yang layak, bersih dan sehat, serta tabungan yang cukup untuk pendidikan anak-anak dan kesehatan keluarga.

Saudara-Saudari seiman dalam Kristus!
Tema APP 2015 ‘POLA HIDUP SEHAT DAN BERKECUKUPAN’ dengan tekanan pada kepedulian terhadap para petani, mengajak kita untuk melihat keadaan ekonomi umat di Keuskupan kita. Kita harus mengakui dengan jujur, bahwa terbanyak dari keluarga-keluarga kita masih harus membangun tekad lebih kuat untuk berjuang sungguh-sungguh, agar dapat mempunyai pola hidup sehat dan berkecukupan. Kita sendiri mengalami bahwa tidak cukup dan bahkan tidak baik, kalau kita bekerja hanya untuk makan hari ini, alias ‘kais pagi makan pagi, kais pekan makan petang’. Hasil kerja kita jangan hanya dipakai untuk makan, tetapi juga untuk memiliki rumah yang layak dan sehat; anak-anak dapat menuntut ilmu sampai ke jenjang yang tinggi; ketika kita sakit, kita mempunyai biaya untuk berobat; dll. Untuk itu, ada sarana-sarana untuk menabung dan berusaha bersama seperti CU dan KBG. Sering terjadi bahwa kita tidak berdaya untuk mempunyai ‘POLA HIDUP SEHAT DAN BERKECUKUPAN’, karena kita menyalah-gunakan hasil keringat kita, atau bahkan lebih jelek lagi, memeras hasil keringat orang lain, hanya karena kita takut kehilangan muka dan tidak mendapat nama besar. Pesta-pesta adat yang sebenarnya diwariskan oleh leluhur dengan maksud yang baik, untuk mempererat persaudaraan dan menjalin persahabatan, dijadikan ajang untuk pamer kekayaan. Akibatnya, banyak dari kita harus berkubang dalam hutang sepanjang hidup. Perkawinan yang seharusnya mempersatukan keluarga-keluarga kedua pasangan, malahan sebaliknya menjadi ajang permusuhan dan persaingan antara keluarga, hanya karena tuntutan belis yang sangat tinggi dan tidak terjangkau. Padahal, belis diadakan oleh leluhur sebagai sarana untuk saling menyampaikan rasa terima kasih, serta untuk mengembalikan keutuhan suku yang ditinggal-pergi anggotanya. Maksud yang mulia ini kita salah-gunakan dan kita jadikan ajang perdagangan manusia. Akibatnya, keluarga yang baru harus memulai hidup dalam hutang.

Umat beriman yang terkasih!
Tuhan mempercayai kita untuk mengurus bumi, karena itu kita tidak boleh sewenang-wenang memperlakukan alam, hanya untuk memenuhi keserakahan kita. Langkah hidup kita harus menjadi langkah penuh tanggung-jawab dalam menjalankan tugas untuk menyempurnakan ciptaan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. Tanggung-jawab kepada Sang Pencipta terungkap :
-. ketika kita tidak merusak alam dengan membakar hutan dan padang;
-. ketika kita tidak merusak tanah dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang berracun;
-. ketika kita tidak menggunakan bom ikan di laut, karena menghancurkan benih-benih kehidupan di dalam air;
-. dan macam-macam lagi tindakan kita yang memperlihatkan sikap hormat kita terhadap alam.
Jangan lupa, bahwa alam – sesuai dengan rencana Sang Pencipta – akan mengusahakan sendiri keseimbangan dan keutuhannya, tanpa bertanya kepada kita manusia. Sekian banyak bencana alam, yang akhir-akhir ini terjadi seperti tanah longsor, banjir bandang, penyakit yang mematikan pisang, bencana belalang dll., hanya karena kita manusia tidak menghormati alam dan tidak bersahabat dengannya.

Saudara-saudari terkasih!
Mari kita membangun tekad yang semakin kuat untuk mempunyai ‘POLA HIDUP SEHAT DAN BERKECUKUPAN’, sehat rohani dan jasmani, berkecukupan dalam sandang, pangan, papan dan pendidikan anak-anak. Kita percaya bahwa Tuhan yang memberi kita tugas untuk ikut menyempurnakan ciptaan-Nya, telah memberikan kepada kita bakat dan kesanggupan untuk melaksanakan tugas-tugas. Kita percaya bahwa Dia selalu menyertai kita. Semoga Tuhan Sang Pencipta memberkati usaha-usaha kita.

Salam dalam Kristus Sang Penebus.

Weetebula, 6 Februari 2015
Uskup Keuskupan Weetebula,
† Edmund Woga C.Ss.R.

2281 Total Views 2 Views Today
Romo Orys Christian

Romo Orys Christian

Sekretaris Keuskupan Weetebula

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *